Sementara itu, harga RON 92 Pertamax tetap dipatok pada harga Rp 12.300, sehingga selisihnya tidak terlampau jauh dengan harga RON 90 Pertalite yang masih di angka Rp 10.000 per liter.
Hingga saat ini, DEN mencatat belum ada indikasi lonjakan permintaan yang ekstrem pada kuota BBM subsidi, khususnya di wilayah ibu kota.
"Karena gapnya antara RON 90 dan 92 masih tidak berbeda jauh, maka belum ada laporan lonjakan pembelian BBM khususnya di Jakarta. Jadi mestinya stok masih aman," tambahnya.
Meski stok masih terkendali, Saleh menekankan pentingnya pengawasan melalui skema subsidi tepat sasaran.
Menurutnya, penggunaan barcode dalam pembelian Pertalite harus terus disosialisasikan sembari menunggu payung hukum baru.
"Ke depan jika revisi Perpres 191 Tahun 2014 terbit diharapkan juga mengatur konsumen-konsumen yang boleh mengkonsumsi pertalite," jelasnya.
Untuk diketahui, mulai 18 April 2026, PT Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Pertamax Turbo dibanderol Rp 19.400 per liter, dari sebelumnya Rp 13.100 per liter.
Harga Dexlite kini Rp 23.600 per liter, dari sebelumnya Rp 14.200 per liter.
Sementara itu, harga Pertamina Dex menjadi Rp 23.900 per liter, dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR