MOTOR Plus-online.com - Harga BBM Nonsubsidi meroket tajam, pemerintah dinilai kurang melakukan sosialisasi.
Beberapa hari lalu, pemerintah resmi menaikan Harga BBM jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite.
Anggota Komisi VI DPR RI langsung bereaksi dengan kebijakan tersebut.
Mufti Anam, Anggota Komisi VI DPR RI menilai kebijakan tersebut memberatkan masyarakat, karena dilakukan tanpa sosialisasi dan di tengah sebelumnya adanya narasi pemerintah yang menenangkan publik soal harga BBM.
“Kenaikan harga BBM dilakukan tanpa ancang-ancang dan nilainya cukup signifikan. Kebijakan ini sangat memberatkan masyarakat,” kata Mufti dalam keterangannya, melansir Kompas.com.
Mufti menilai kebijakan ini sebagai langkah mundur, mengingat sebelumnya pemerintah dinilai mampu menahan kenaikan harga BBM subsidi di tengah tekanan geopolitik global terhadap harga minyak dunia.
Ia juga menyoroti perbedaan antara pernyataan pemerintah sebelumnya dengan kebijakan yang diambil saat ini.
“Masyarakat sebelumnya ditenangkan dengan narasi bahwa harga BBM tidak akan naik. Namun tiba-tiba terjadi lonjakan harga tanpa kesiapan dan komunikasi,” ujarnya.
Baca Juga: Muncul Kloningan Yamaha XMAX, Skutik Baru Fitur Canggih Harga Murah
Menurut Mufti, kenaikan BBM nonsubsidi ini sejalan dengan kekhawatiran lama terkait potensi penyesuaian harga melalui skema lain meski harga BBM subsidi tetap.
Ia pun menilai pemerintah telah memberikan harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan kepada masyarakat.
Diketahui, PT Pertamina (Persero) diketahui menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi per 18 April 2026, di antaranya Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Kenaikan tersebut diumumkan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada publik.
Berdasarkan informasi di situs MyPertamina, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.
Dexlite meningkat dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.
Sementara harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR