MOTOR Plus-online.com - Sempat beredar isu kalau tanggal 1 April 2026 lalu harga BBM naik.
Faktanya, pemerintah tidak menaikkan harga BBM di tanggal tersebut.
Di tengah konflik Timur Tengah yang terus berlangsung, Jusuf Kalla meminta pemerintah menaikkan harga BBM.
Menurut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu, subsidi energi khususnya bahan bakar minyak (BBM) akan membuat defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) semakin membengkak dan menumpuk utang.
Hal ini yang menjadi alasan utama JK mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan menaikkan harga BBM dan mengurangi subsidi di sektor energi tersebut.
"Kita minta bahwa agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga," kata Jusuf Kalla saat wawancara di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026) mengutip Kompas.com.
Pertimbangan dari usulan tersebut tak lain adalah harga BBM yang melonjak karena perang Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Banyak negara yang akhirnya melakukan penghematan untuk mengurangi potensi krisis energi dalam negeri akibat perang di Timur Tengah.
Baca Juga: Efek Perang Timur Tengah, Ini Prediksi Pakar Otomotif Soal Harga Bensin di Indonesia
Menurut JK, apabila pemerintah tetap mempertahankan subsidi BBM dan tidak menaikkan harga saat harga BBM dunia melambung, maka utang pemerintah akan semakin besar.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR