MOTOR Plus-online.com - Efek perang yang terjadi di Timur Tengah, harga BBM di Indonesia akan naik.
Pakar otomotif memprediksi kenaikan harga BBM secara bertahap.
Potensi kenaikan harga energi global kembali menjadi perhatian, seiring ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Kondisi ini turut memicu kekhawatiran terhadap beban subsidi energi dalam negeri yang bisa semakin membengkak jika tren kenaikan berlangsung lama.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menilai pemerintah masih memiliki ruang untuk menahan kenaikan harga, selama harga minyak belum menembus batas kritis dalam waktu yang panjang.
Yannes mengatakan, skenario kenaikan harga baru akan dimulai jika harga minyak Brent bertahan tinggi di atas 120-130 dolar AS per barel, dalam periode yang cukup panjang.
"Karena dalam kondisi itu beban kompensasi bisa membengkak hingga ratusan triliun rupiah, mengingat kalau tidak salah harga sekarang ini memakai kisaran Brent 60–80 dolar AS per barel," ujar Yannes, mengutip Kompas.com.
Kondisi tersebut menjadi krusial lantaran selama ini asumsi dasar harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada pada level moderat.
Baca Juga: Pakai Cara Sederhana Ini Bikin Konsumsi Bensin Motor Lebih Irit
Lonjakan harga yang jauh melampaui asumsi tentu akan memberikan tekanan signifikan terhadap fiskal negara.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR