MOTOR Plus-online.com - Keberadaan debt collector atau mata elang di jalan dinilai meresahkan.
Tidak jarang, kawanan debt collector sering merampas kendaraan di jalan.
Jika melihat kendaraan (motor atau mobil) yang bermasalah langsung diberhentikan.
Akibat penahanan kendaraan secara sepihak, sering terjadi keributan bahkan penganiayaan.
Kriminolog memberi saran bagaimana cara menghadapi debt collector atau mata elang.
Kriminolog Havina Hasna menegaskan, pelanggaran administratif yang kerap dilakukan debt collector atau mata elang memang meresahkan masyarakat.
Namun, hal ini tidak lantas menjadi pembenaran bagi penegak hukum untuk menindaknya dengan kekerasan.
Hal itu ia sampaikan menanggapi kasus pengeroyokan terhadap mata elang di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Debt Collector Datang ke Rumah Mau Tarik Kendaraan, Pihak Leasing Kasih Solusi
“Debt collector memang sering dikritik karena menarik kendaraan tanpa prosedur, Intimidatif, dan abu-abu secara hukum perdata. Namun, pelanggaran administratif bukan berarti bisa melakukan justifikasi kekerasan fisik," kata dia mengutip Kompas.coom.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR