MOTOR Plus-online.com - Waspada busi palsu yang banyak dijual di toko pinggir jalan bahkan di marketplace.
Harga murah dan kemasan mirip bisa mengecoh pemilik motor.
Ada beberapa perbedaan busi NGK asli atau palsu yang beredar di pasaran.
Saat ini ditemukan banyak busi NGK palsu yang dijual pihak tidak bertanggung jawab.
Untuk melindungi konsumen, PT Niterra Mobility Indonesia langsung melakukan pemantauan di toko online dan marketplace.
Hasilnya, ada 11 ribu lebih busi NGK palsu yang berhasil disita.
Ribuan busi palsu tersebut diamankan dan langsung dihancurkan di halaman gedung PT Niterra Mobility Indonesia, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Sebuah alat berat langsung melindas ribuan busi NGK palsu yang berhasil disita.
Baca Juga: Beredar Kabar Mesin Brebet Disebabkan dari Busi, Pihak NGK Berikan Edukasi
Ammar Gil, dari AGPR Law Firm selaku kuasa hukum PT Niterra Mobility Indonesia mengatakan, kurang lebih ada 11 ribu lebih busi NGK palsu yang disita dan dihancurkan.
Ammar menambahkan, bahwa proses mengumpulkan barang bukti busi NGK palsu ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan.
Hal ini untuk melindungi konsumen khususnya pemilik kendaraan dari bahaya penggunaan busi palsu.
Ternyata untuk membedakan busi NGK asli atau palsu cukup mudah, bisa langsung terlihat.
Salah satunya adalah perubahan pada bungkus (cover) busi NGK yang sudah menambahkan PT Niterra Mobility Indonesia.
Niterra merupakan pemegang merek busi NGK.
Ciri-ciri busi NGK palsu bukan cuma harganya yang murah namun terlihat pada kualitas printing (cetakan huruf dan gambar yang tidak sempurna).
Ada noda bekas printing dan huruf atau logo tidak sejajar (simetris).
Selain itu, busi NGK palsu terlihat pada ulirnya yang tidak presisi atau tidak rata.
Ammar Gil menjelaskan untuk mendapatkan produk busi NGK asli bisa membeli di toko atau bengkel yang sudah kerja sama dengan PT Niterra Mobility Indonesia.
Atau bisa juga membeli busi NGK melalui Authorized reseller (penjual atau distributor resmi).
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR