MOTOR Plus-online.com - Sempat beredar isu dan berita yang menyebutkan penyebab mesin motor brebet disebabkan karena busi.
Padahal, busi bukan satu-satunya faktor mesin motor menjadi brebet.
Pihak busi NGK, brand yang berada di bawah payung PT Niterra Mobility Indonesia memberikan edukasi untuk pemilik kendaraan agar paham.
Diko Oktaviano, Technical Support PT Nittera Mobility Indonesia, mencoba meluruskan soal isu mesin brebet karena busi.
Informasi ini disampaikan saat pemusnahan busi palsu di halaman gedung PT Niterra Mobility Indonesia, Jakarta Timur pada Rabu (16/12/2025) lalu.
Edukasi ini agar masyarakat khususnya pemilik kendaraan paham terkait peran busi dalam sistem pembakaran mesin.
Dalam beberapa pernyataan, ada pihak yang menyebutkan salah satu komponen yang dapat mempengaruhi performa mesin dan menyebabkan gejala brebet adalah busi.
Pihak Niterra, produsen busi NGK menegaskan bahwa busi memang memiliki peran krusial dalam proses pembakaran, namun bukan satu-satunya faktor yang menentukan.
Baca Juga: Niterra Luncurkan Busi NGK Wuling Almaz, Ini Kode dan Harganya
Mesin pembakaran dalam bekerja dengan prinsip pencampuran udara dan bahan bakar kemudian dikompresi dan dinyalakan oleh percikan api dari busi.
Proses ini harus berlangsung secara presisi agar tenaga yang dihasilkan optimal.
Jika salah satu elemen baik bahan bakar, udara, kompresi atau percikan api tidak sesuai standar, maka gejala seperti brebet bisa terjadi.
Untuk diketahui, busi berfungsi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar.
Jika busi aus, kotor atau tidak sesuai spesifikasi, percikan api bisa melemah sehingga pembakaran tidak sempurna.
Namun ada faktor lain seperti kualitas bahan bakar, kondisi filter udara, injektor dan sistem pengapian juga sangat mempengaruhi performa mesin.
Busi juga berperan sebagai saksi dan menjelaskan kondisi ruang bakar, karena pada dasarnya busi adalah komponen paling akhir dari sistem pembakaran.
Sehingga sangat tergantung terhadap apa yang terjadi pada proses sebelumnya.
Jika proses sebelumnya baik, maka busi lebih awet dan tahan lama, sebaliknya jika proses sebelumnya buruk maka busi akan mengalami kerusakan.
Kerusakan busi secara umum dibagi menjadi 2:
1. Overheat (busi mengalami kepanasan)
2. Carbon Foul (busi rusak karena kerak karbon)
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR