MOTOR Plus-online.com - Ramai gerakan Stop Bayar Pajak di Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Penerapan opsen dinilai membuat tarif pajak mengalami kenaikan.
Hal itulah yang membuat masyarakat pemilik kendaraan protes hingga muncul seruan tersebut.
Gerakan Stop Bayar Pajak mendapat perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Tengah.
PKB meminta Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, Muhammad Masrofi, mengkaji ulang kebijakan pajak kendaraan bermotor yang dikeluhkan masyarakat.
Muhaimin, anggota DPRD Jateng dari PKB, menjelaskan bahwa sejatinya tarif pajak kendaraan bermotor tidak mengalami kenaikan.
Namun, ketiadaan program diskon atau keringanan yang sebelumnya diberikan menimbulkan persepsi sebaliknya di masyarakat.
“Pada dasarnya pajaknya tidak naik. Namun karena sebelumnya ada diskon, ketika diskon itu selesai, masyarakat merasa seolah-olah terjadi kenaikan,” jelas Muhaimin, dikutip dari Kompas.com.
Baca Juga: Masuk Bulan Maret 2026, Wahana Honda Catat Skutik Ini Paling Laris
Meski begitu, PKB tetap mendorong evaluasi kebijakan secara menyeluruh.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR