"Lalu, ojek yang bawa aku minta bayaran lagi, dia teriak-teriak bilang 'Kok saya enggak dibayar?' seolah-olah aku penumpang yang kabur enggak mau bayar," katanya.
Ia sempat menawarkan Rp10.000 hingga Rp20.000 sesuai kesepakatan awal, namun ditolak.
Pengemudi tetap meminta Rp50.000 hingga Rp100.000.
Pessyaa kemudian memanggil petugas keamanan GBK untuk menengahi.
Ia mengaku siap menyelesaikan persoalan di pos keamanan.
Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Digelar Sampai April 2026, Cek Provinsi Mana Saja
Namun, menurutnya, pengemudi tetap bersikeras meminta bayaran lebih tinggi.
"Aku setuju buat nyelesai-in di posko (pos keamanan) kalau emang dia enggak mau nerima Rp 20.000 ini, tapi dia enggak mau, kekeh minta Rp 50.000-100.000," kata Pessyaa.
"Sekuriti pun bilang 'Bayar aja, ini kan masalahnya kalian enggak pesan di aplikasi'. padahal sudah dijelasin kronologi dari awal gimana (perjanjian tarif Rp 10.000)," jelasnya.
Akhirnya, demi meredakan situasi, Pessyaa memberikan Rp25.000 kepada pengemudi tersebut.
Total uang yang dikeluarkan untuk dua ojek menjadi Rp75.000.
Meski mengaku sudah mengikhlaskan uang tersebut, Pessyaa menyatakan kecewa dan sakit hati atas perlakuan yang diterimanya.
Merespons kejadian ini, Kepala Divisi Humas, Hukum dan Administrasi GBK, Asep Triyadi mengatakan akan menelusuri kejadian terlebih dulu.
Ia juga berjanji kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi.
"Kami akan telusuri dulu terkait ini yang tentunya akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depan seperti apa," ujar Asep saat dihubungi Kompas.com.
Dia juga akan menghubungi operator ojol agar kejadian tidak terulang kembali.
"Termasuk menghubungi operator ojol dimaksud, agar kondisi seperti ini tidak terulang kembali di kawasan GBK," tambahnya.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR