Harga Shell Super Turun, Pemerintah Tambah Kuota Impor BBM Swasta Tahun Ini

Ahmad Ridho - Minggu, 4 Januari 2026 | 08:00 WIB
GridOto
Mulai 1 Januari 2026, SPBU Shell menurunkan harga BBM.

MOTOR Plus-online.com - Memasuki tahun 2026, Shell Indonesia menurunkan harga BBM jenis Shell Super.

BBM Pertamina juga turun harga untuk jenis bensin non subsidi.

Setelah hampir tiga bulan kosong, SPBU Shell kini kembali menjual produk bensin Shell Super.

Sementara itu, pemerintah berencana menambah kuota impor BBM untuk SPBU swasta.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menaikkan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.

Ini untuk mencegah kelangkaan BBM di SPBU non Pertamina yang terjadi pada tahun 2025.

Bersamaan dengan rencana tersebut, harga BBM di SPBU swasta turun mulai 1 Januari 2026 lalu.

Shell Super sempat mengalami kelangkaan pada tahun 2025 karena kuota impor habis.

Baca Juga: Imbas Bentrok Berdarah Debt Collector di Kalibata, OJK Ambil Langkah Tegas

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut ada peluang penambahan kuota impor BBM untuk Badan Usaha (BU) pemilik SPBU swasta tahun 2026 ini.

"Untuk 2026 itu menyesuaikan dengan penjualan, kemudian itu juga ada asumsi kenaikan,” kata Yuliot ditemui di Kementerian ESDM, melansir Kontan.co.id. 

Lebih lanjut, Yuliot bilang saat ini SPBU swasta telah mengajukan kuota impor mereka ke Direktorat Minyak dan Gas (Ditjen Migas) ESDM.

"SPBU swasta sudah mengajukan kuota untuk 2026. Itu seharusnya itu sudah tahap penyelesaian di Dirjen migas," tambahnya.

Namun, Yuliot belum bisa menjabarkan terkait volume impor yang diajukan oleh SPBU swasta dan jumlah kuota yang diberikan oleh Kementerian ESDM.

“Kita akan lihat terlebih dulu. Ini berapa realisasi penjualan tahun 2025 kan kita belum dapat. Lagi dikonsolidasikan sama Dirjen Migas,” jelas dia.

Sebelumnya dalam catatan Kontan, Kementerian ESDM akan memutuskan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) 2026 untuk badan usaha pengelola SPBU swasta, seperti Shell, BP, Vivo, dan ExxonMobil melalui rapat dengan jajaran Direktorat Migas.

Setelah itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia akan memutuskan opsi mana yang diberlakukan dalam impor BBM oleh SPBU swasta pada 2026.

Baca Juga: Harga Motor MotoGP dengan Motor WorldSBK Bagai Langit dan Bumi

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penambahan kuota impor sebesar 10% dari kuota impor pada 2025. “Itu (penambahan 10%) salah satu opsi,” ujar Dirjen Migas ESDM, Laode Sulaeman.

Adapun kebijakan itu, kata Laode, sudah diterapkan pemerintah pada 2025, dengan menambah kuota impor sebesar 10% dari 2024.

Berikut rincian harga BBM di SPBU Shell mulai 1 Januari 2026:

Shell Super : turun dari Rp13.000 menjadi Rp12.700 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur)

Shell V-Power : turun dari Rp13.630 menjadi Rp 13.190 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur)

Shell V-Power Diesel : turun dari Rp15.250 menjadi Rp 13.860 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur)

Shell V-Power Nitro+ : turun dari Rp13.890 menjadi Rp 13.480 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat).

 

 

Penulis : Ahmad Ridho
Editor : Ahmad Ridho

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular