Waspada Titik Lokasi Operasi Zebra Lodaya 2025 di Cirebon, Ribuan Pemotor Dijaring Polisi

Ahmad Ridho - Rabu, 26 November 2025 | 09:41 WIB
Istimewa
Operasi Zebra Lodaya 2025 di Cirebon mengamankan ribuan pengendara motor yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

MOTOR Plus-online.com - Operasi Zebra resmi digelar sejak 17-30 November 2025, pemotor masih mendominasi angka pelanggaran lalu lintas.

Operasi Zebra Lodaya 2025 di Cirebon juga mencatatkan ribuan pelanggar yang terjaring polisi.

Pengendara motor masih mendominasi jumlah pelanggaran. 

Pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025 justru membuka fakta bahwa tingkat kedisiplinan berlalu lintas masyarakat masih jauh dari harapan.

Dalam tujuh hari saja, tercatat 1.428 pelanggaran terjadi di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutrisno menyebut, angka tersebut dihimpun dari penindakan yang dilakukan sejak 17 hingga 23 November 2025.

Totalnya ada 1.428 pelanggaran selama Operasi Zebra Lodaya 2025." terangnya. 

"Mayoritas dilakukan oleh pengendara sepeda motor,” ujar Anom melansir dari Tribun Cirebon.

Baca Juga: Ciri-ciri Pelat Nomor Motor yang Jadi Incaran Polisi di Operasi Zebra 2025

Dari jumlah tersebut, 1.098 pelanggar merupakan pengendara roda dua.

Pelanggaran paling mendominasi masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni tidak menggunakan helm standar.

“Pelanggaran helm mencapai 534 kasus. Ini masih jadi masalah utama setiap operasi berlangsung,” ucapnya.

Selain itu, petugas juga mencatat 266 pengendara di bawah umur, 149 kasus melawan arus, dan 97 pelanggar berboncengan lebih dari satu orang.

Adapun penggunaan ponsel saat berkendara tercatat 23 kasus, melebihi batas kecepatan 25 kasus, dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis sebanyak empat pelanggar.

“Untuk roda dua, sejauh ini tidak ditemukan balap liar atau pengendara di bawah pengaruh alkohol,” ujar dia.

Tidak hanya roda dua, kendaraan roda empat juga ikut menyumbang pelanggaran dalam jumlah besar.

Tercatat 330 pelanggaran terjadi selama operasi berlangsung.

Baca Juga: 7 Hari Operasi Zebra 2025, Ini Pelanggaran Paling Banyak yang Terjaring ETLE

“Yang paling banyak adalah pelanggaran tidak menggunakan sabuk keselamatan, totalnya 258 pengemudi,” katanya.

Sementara 33 pelanggar tercatat menggunakan ponsel saat berkendara, 11 melawan arus, dan 28 merupakan pengemudi di bawah umur.

Meski jumlah pelanggaran tinggi, sebagian besar masih diberikan sanksi ringan.

“Dari total keseluruhan, 1.342 pelanggar kami berikan teguran."

"Penindakan melalui ETLE diterapkan kepada 86 kasus,” ujarnya.

Anom berharap hasil operasi kali ini mampu menjadi alarm bagi masyarakat untuk kembali disiplin dalam berkendara.

“Kami mengedepankan edukasi dalam operasi ini, agar pengendara lebih patuh terhadap peraturan lalu lintas."

"Harapannya, risiko kecelakaan bisa ditekan,” ucap Anom.

Baca Juga: Operasi Zebra 2025 Serentak di Seluruh Indonesia, Polisi Incar Motor Lawan Arus dan Helm

Ia menegaskan, kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan, baik melalui operasi rutin maupun penindakan digital seperti ETLE.

Bahu jalan yang berubah jadi tempat parkir dadakan masih menjadi pemandangan sehari-hari di beberapa titik Kabupaten Cirebon.

Tahun ini, tempat parkir liar itu menjadi salah satu fokus utama dalam Operasi Zebra Lodaya 2025, yang resmi digelar selama 14 hari ke depan.

Kasat Lantas Polresta Cirebon, Mangku Anom Sutresno menegaskan, bahwa pelanggaran parkir liar adalah salah satu penyebab kecelakaan fatal untuk kendaraan roda empat.

“Sampai sejauh ini, untuk kendaraan roda empat dari parkir liar memang cukup membuat kita resah."

"Sudah banyak kecelakaan yang terjadi dan mengakibatkan fatalitas karena praktik parkir liar,” ujar Anom saat ditemui di Mapolresta Cirebon, Senin (17/11/2025).

Ia menekankan, polisi tidak bermaksud menghalangi warga mencari nafkah. Namun keselamatan pengguna jalan harus diprioritaskan.

“Kami tidak ingin menutup rezeki teman-teman semua warga Kabupaten Cirebon atau pendatang yang mencari rezeki di sini."

Tapi tolong, untuk kegiatan parkir liar di tepi jalan atau bahu jalan itu tolong dihindari,” ucapnya.

Operasi Zebra tahun ini membawa konsep berbeda.

Alih-alih fokus penuh pada penindakan, polisi memberikan porsi besar pada edukasi dan pencegahan.

Operasi Zebra tahun ini cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, di mana 40 persen kegiatan untuk edukasi, 40 persen pencegahan, dan 20 persen penindakan ETLE."

"Tilang manual hanya sekitar 5 persen, itu pun untuk kondisi tertentu yang membahayakan,” jelas dia.

Penulis : Ahmad Ridho
Editor : Ahmad Ridho

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular