Operasi Zebra Lodaya 2025, Pemotor Pakai Helm Tetap Jadi Target Polisi

Ahmad Ridho - Jumat, 21 November 2025 | 08:30 WIB
Kompas.com/Annisa Ramadani Siregar
Operasi Zebra Lodaya 2025, kepolisian mengincar bocil yang mengendarai motor dan helm tanpa logo SNI.

MOTOR Plus-online.com - Operasi Zebra resmi digelar serentak di seluruh Indonesia mulai 17-30 November 2025.

Di Jawa Barat, Operasi Zebra Lodaya 2025 mengincar bocil atau anak-anak di bawah umur yang mengendarai motor.

Anak-anak yang belum memiliki SIM ini rawan kecelakaan.

Selain bocil, polisi juga menargetkan pemotor yang pakai helm tapi tidak terdapat logo SNI.

Pelanggaran berupa berkendara sambil menggunakan handphone akan menjadi perhatian polisi di Kabupaten Sukabumi pada pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025. Operasi ini digelar serentak di seluruh Indonesia terhitung sejak Senin (17/11/2025) sampai Minggu (30/11/2025).

Kanit Regident Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Ahmad Prio Gunawan, mengatakan, pelanggaran lain yang akan disasar adalah pengendara di bawah umur dan pengendara roda dua yang berboncengan lebih dari satu orang.

"Juga pengendara R2 tidak menggunakan helm SNI, pengendara R4 yang tidak menggunakan safety belt, pengendara ranmor dalam pengaruh alkohol," ujar Prio melansir Tribun Jabar.

Target lain adalah pengendara yang melawan arus, pengendara yang melebihi batas kecepatan, pelanggar rambu atau APILL (alat pemberi isyarat lalu lintas), serta kendaraan dengan muatan berlebihan.

Baca Juga: Operasi Zebra Krakatau 2025, Kabid Humas Polda Lampung Peringatkan Pemilik Kendaraan

Operasi Zebra Lodaya 2025 juga menyasar pelajar/mahasiswa, komunitas otomotif, dan pengusaha jasa angkutan.

Dalam menindak para pelanggar, Satlantas Polres Sukabumi mengedepankan kegiatan preemtif sebesar 40 persen, preventif sebesar 40 persen, dan represif berupa penindakan pelanggaran sebesar 20 persen.

Dalam praktik di lapangan saat melakukan penindakan, Prio mengatakan, pihaknya mengedepankan sikap humanis kepada masyarakat.

"Penindakan pelanggaran dilakukan dengan ETLE sebesar 95 persen dan tilang manual sebesar 5 persen yang dilaksanakan secara humanis guna terwujudnya situasi Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat," kata Prio.

Pihak Polres Sukabumi akan menyasar jalan arteri dan jalan tol, daerah rawan kecelakaan, pelanggaran dan kemacetan hingga terminal.

"Lokasi lain itu jalan kawasan tertib lalu lintas, Terminal Bus Palabuhanratu, Cibadak, Parungkuda, dan Cicurug, pangkalan ojek, pusat perekonomian, lokasi wisata dan hiburan," ucap Prio.

Tak hanya itu, lokasi perbelanjaan Pasar Palabuhanratu, Cibadak, Parungkuda, dan Cicurug, tempat lokasi rawan kerumunan, tempat berkumpul komunitas otomotif roda dua maupun roda empat, dan perusahaan dan pabrik di wilayah Kabupaten Sukabumi, juga menjadi target lokasi operasi zebra lodaya 2025.

Prio menjelaskan, pihaknya selalu melaksanakan kegiatan preemtif dengan mengimbau secara edukatif melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui media sosial ataupun media elektronik.

Sebab itu, Satlantas Polres Sukabumi mengimbau agar masyarakat selalu mematuhi aturan berlalu lintas.

"Kami dari Satuan Lalu lintas Polres Sukabumi mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi, sebelum anda berkendara agar terlebih dahulu periksa surat kendaraan dan selalu membawa surat berkendara seperti SIM dan STNK. Pastikan kendaraan dalam keadaan baik, utamakan keselamatan selalu gunakan alat keselamatan, patuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas," ucap Prio.

 

Penulis : Ahmad Ridho
Editor : Ahmad Ridho

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular