MOTOR Plus-online.com - Balap MotoGP Indonesia akan kembali dihelat di Sirkuit Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Balapan sendiri akan dimulai pada 3-5 Oktober 2025.
Pertamina Mandalika International Circuit atau Sirkuit Mandalika pertama kali menggelar balap MotoGP tahun 2022 lalu.
Untuk penggemar balap MotoGP di Tanah Air mungkin masih belum tahu makna motif yang terdapat pada lintasan Sirkuit Mandalika.
Sirkuit Mandalika memiliki motif tenun Sasak, memiliki makna sekaligus sebagai perkenalan budaya lokal Nusa Tenggara Barat.
Motif Tenun Sasak di run off Pertamina Mandalika International Street Circuit terlihat dengan jelas.
Tenun khas suku Sasak itu memiliki kombinasi warna merah dan putih.
Salah satunya berada di area run off tikungan ke-15 dan 16 yang tidak jauh dari race control.
Baca Juga: Blak-blakan Valentino Rossi Sebut Pembalap Ini Lebih Berbahaya Dibanding Marc Marquez
Di tikungan ke-15 dan 16, terlihat motif batik dengan garis berwarna putih di atas hamparan cat merah.
Area run off tersebut terdapat salah satu motif kain tenun khas suku Sasak Lombok.
Motif tersebut berbentuk garis mengotak yang saling berkaitan dari ujung satu ke ujung lainnya.
Motif tersebut biasanya digunakan untuk garis tepi salah satu kain tenun khas suku Sasak.
Pengecatannya ini dilakukan oleh perusahaan spesialis Race Track, yaitu Roadgrip asal Inggris, bersama anak perusahaannya, Roadgrip Motorsports Indonesia (RMI).
RMI adalah tim cat yang telah mengerjakan sirkuit-sirkuit dunia, antara lain Austin di Texas, Zandvoort di Belanda, dan Yas Marina di Abu Dhabi.
Proses pewarnaan atau pengecatan area run off sirkuit pun tidak sembarangan atau asal mengecat. Warna yang digunakan harus sesuai dengan standar Federation Internationale de Motocyclisme (FIM).
Run off sendiri merupakan area yang ada di antara verge dan protective line pertama. Fungsinya adalah untuk meningkatkan jarak penglihatan dan menstimulasi kemampuan pembalap menggunakan lebar sirkuit.
Fungsi lain yang tak kalah penting adalah untuk membantu pembalap untuk menghentikan motornya tanpa harus terjatuh.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR