MOTOR Plus-online.com - Perhatikan praktik curang pedagang motor bekas untuk meraup keuntungan.
Salah satunya dengan mereset odometer agar kembali rendah dan menarik minat konsumen.
Padahal bisa ketahuan kalau odometer motor bekas sudah direset.
Saat mau membeli motor bekas dengan odometer rendah, jangan langsung dibayar.
Pasalnya enggak hanya motor dengan odometer analog saja yang bisa direset, motor dengan odometer digital pun bisa direset.
Bagaimana ciri speedometer motor yang odometer sudah direset?
"Tampilan odometer memang nggak terlihat bedanya, nggak ada kode atau simbol yang menandakan kalau odometer itu sudah direset," buka Yan Kardiyan owner bengkel spesialis panel instrumen digital, Ramet Speed di Jalan H. Miing, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat.
Tapi calon pembeli bisa membandingkan capaian odometer dengan kondisi motor.
Baca Juga: Harga Yamaha Aerox Tahun 2021 Cuma Segini, Keren Buat Anak Muda Sunmori
"Yang mudah lihat kaki-kaki motor, misalnya pada ban, sokbreker dan piringan," jelas Om Yan sapaannya.
"Bila odometernya masih rendah pasti kelihatan, misalnya masih pakai ban bawaan dan masih tebal," tambah saat ditemui.
Hal senada juga dikatakan Ermawan, pemilik KLR Racing.
Ini tips untuk menghindari membeli moge Kawasaki ER-6N yang direset odometernya.
"Untuk mengetahui kondisi Kawasaki ER-6N sudah direset odometernya melalui kondisi piringan," jelas Bidoy panggilan akrabnya.
Motor dengan kilometer rendah asli kondisi piringannya masih tebal.
Kalau memang sering dipakai riding kelihatan bekas dari piringan cakram.
"Mau direset atau dikecilkan kilometernya juga kelihatan, seperti ada jejak kampas remnya," tutur Bidoy.
Bang Bidoy ini bengkelnya sering menangani Kawasaki Ninja dan moge besutan Kawasaki.
Trik ini bisa diterapkan sebelum konsumen membeli motor bekas.
Jangan langsung percaya jika penjual motor bekas bilang odometer rendah tanpa melihat secara langsung kondisi motornya.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR