MOTOR Plus-online.com - Sama seperti spare part, baterai motor listrik memiliki usia pakai.
Tips merawat baterai motor listrik biar awet, jangan tunggu mogok di jalan.
Saat ini banyak produsen yang menawarkan produk motor listrik dengan berbagai desain, teknologi dan harga terjangkau.
Dibandingkan motor konvensional, menggunakan motor listrik memang lebih unggul dari efisiensi biaya pengisian daya dan perawatan berkalanya.
Meski demikian, bila baterainya bermasalah, dana yang akan dikeluarkan bisa dibilang cukup mahal.
Karena itu, bagi yang baru menggunakan motor listrik, penting mengetahui cara menjaga dan merawat baterainya.
Baterai menjadi sumber utama daya atau penggerak motor listrik, fungsinya seperti mesin pada motor konvensional.
Bila pemilik sampai abai dalam hal perawatan, maka dampaknya akan sangat merugikan.
Baca Juga: Dijual Rp 44,9 Juta Ini Alasan Alva Cervo X Pakai Baterai Jenis LFP
Soal perawatan baterai, Andry Dwinanda, General Manager PT Terang Dunia Internusa, pemegang merek United E-Motor menjelaskan, pada umumnya ada dua jenis baterai yang digunakan motor listrik, yaitu Sealed-Lead Acid (SLA) dan baterai Lithium.
"Keduanya pada dasarnya tetap perlu dijaga dan dirawat. Keamanan dan perawatan yang baik adalah kunci untuk memaksimalkan umur pakai baterai dan memastikan penggunaan kendaraan listrik yang aman," kata Andry dikutip dari Kompas.com.
Lebih lanjut Andry menjelaskan, ada beberapa poin yang harus diperhatikan untuk menjaga dan merawat baterai motor listrik, yakni:
1. Pencegahan overcharging: Pastikan menggunakan charger yang sesuai dengan spesifikasi baterai. Pilih charger otomatis yang dapat menghentikan pengisian saat baterai mencapai kapasitas penuh.
2. Pemantauan suhu: Hindari pemanasan berlebih dengan tidak memarkir kendaraan di bawah sinar matahari langsung terlalu lama. Jangan biarkan baterai terlalu panas; perhatikan suhu baterai selama penggunaan.
3. Pencegahan deep discharge: Hindari mengosongkan baterai hingga level yang sangat rendah secara berkala. Gunakan kendaraan secara teratur untuk mencegah baterai tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.
4. Pemantauan gejala tidak normal: Perhatikan perubahan suhu atau bau yang tidak biasa dari baterai. Hentikan penggunaan jika ada gejala tidak normal dan dapatkan bantuan ahli.
5. Pemeliharaan rutin: Lakukan pemeliharaan rutin sesuai panduan produsen. Periksa kabel dan konektor secara berkala untuk memastikan tidak ada korsleting atau kerusakan.
Baca Juga: Harganya Rp 40 Juta, Ini Tipe Baterai Motor Listrik Paling Mahal
6. Penyimpanan: Jika kendaraan tidak digunakan, simpan baterai dalam keadaan terisi sekitar 50 persen. Pilih tempat penyimpanan yang memiliki suhu stabil.
7. Perhatikan indikator keamanan: Baterai dengan Sistem Manajemen Baterai (BMS) memberikan indikator keamanan. Tanggapi dengan cepat jika ada peringatan atau indikasi masalah.
8. Penanganan darurat: Siapkan peralatan pemadam api yang sesuai. Kenali prosedur darurat yang terkait dengan baterai dan kendaraan listrik.
Selain itu, Muhammad Dipokartono, pemilik bengkel spesialis motor listrik Orang Senang Garage, juga menjelaskan adanya kebiasaan buruk yang membuat usia baterai tak awet, yakni sering memforsir pemakaian.
Divo menjelaskan, sebaiknya pengguna motor listrik tidak terlalu sering mengendarai melebihi 50 kilometer (km) dalam satu jalan meski pada dasarnya memiliki daya jelajah yang tinggi. Hal ini untuk menjaga suhu internal pada baterai.
"Selama perjalanan, dinamo akan terus-menerus menyedot daya dari baterai, proses ini namanya discharge. Selama discharge, suhu baterai akan meningkat secara signifikan sampai ke titik maksimal," ujarnya.
Menurutnya, setelah menempuh jarak 50 kilometer, sebaiknya pengguna berhenti sejenak untuk menjaga suhu, setidaknya selama setengah jam.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR