MOTOR Plus-online.com - Subsidi pembelian motor listrik dari pemerintah dimulai pertama kali pada 20 Maret 2023 lalu.
Program ini bertujuan untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik dan mendukung industri dalam negeri.
Setelah sempat terhenti, rencananya subsidi pemerintah Rp 7 juta ini akan dilanjutkan awal Agustus 2025.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyatakan bahwa program ini telah disetujui dan diharapkan dapat terealisasi pada bulan tersebut.
Namun sampai sekarang, subsidi dari pemerintah belum ada kejelasan.
Di tengah rencana subsidi pemerintah Rp 7 juta yang belum pasti, Polytron punya trik agar jualan tetap lancar.
Tanpa adanya subsidi dari pemerintah, produsen motor listrik mengalami sedikit kesulitan penjualan.
Walau berpengaruh pada penjualan, produsen motor listrik Polytron berusaha untuk melakukan strategi.
Baca Juga: Motor Listrik Terbaru Segera Diluncurkan, Polytron Fox-S Disuntik Mati
Salah satu trik yang membuat motor listrik Polytron tetap jadi pilihan masyarakat adalah dengan pemberian diskon Rp 7 juta.
"Subsidi dari pemerintah belum ada kepastian. Karena itu kami berinisiatif memberikan diskon Rp 7 juta untuk setiap pembelian motor listrik Polytron," buka Ilman Fachrian Fadly, selaku Head of Group Product Electric Vehicle Polytron, kepada MOTOR Plus, belum lama ini.
Diskon atau subsidi yang dilakukan Polytron ini cukup efektif mendongkrak penjualan.
Faktanya, sampai saat ini penjualan total motor listrik Polytron sudah mendekati angka 40 ribu unit.
"Untuk total penjualan produk motor listrik Polytron secara keseluruhan hampir mencapai 40 ribu unit," tambah Ilman.
Namun demikian, ada efek dari pemberian diskon atau subsidi Rp 7 juta setiap pembelian motor listrik Polytron.
Pastinya keuntungan yang didapat juga mengalami penurunan
"Ya pastinya ada penurunan keuntungan dari program subsidi atau diskon yang kami berikan," lanjutnya lagi.
Program subsidi atau diskon dari Polytron ini sudah berlangsung sejak bulan Juli 2025 lalu.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR