Dana darurat sebesar 20 miliar peso disiapkan.
Nilainya sekitar Rp5,61 triliun atau setara 333 juta dollar AS.
Dana ini digunakan untuk membeli hingga 2 juta barrel bahan bakar. Pembelian mencakup produk minyak olahan dan liquefied petroleum gas atau LPG, gas minyak cair.
Ketergantungan impor menjadi masalah utama. Hampir seluruh minyak mentah Filipina berasal dari Timur Tengah.
Arab Saudi menjadi pemasok utama. Presiden Marcos menyebut cadangan minyak nasional berada di kisaran 45 hari.
Bangladesh menghadapi situasi berbeda. Krisis bahan bakar minyak memicu antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum.
Kekacauan muncul di berbagai wilayah. Pasokan dinilai tidak mampu mengejar lonjakan permintaan.
Baca Juga: Waspada Penipuan Link Denda Tilang ETLE, Begini Penjelasan Dirlantas Polda Jateng
Asosiasi pemilik SPBU menyampaikan kekhawatiran serius. Operasional terancam dihentikan jika situasi tidak membaik.
"Jumlah pasokan harian jelas tidak memadai dibandingkan permintaan yang ada," bunyi pernyataan asosiasi dikutip dari The Economic Times, Kamis (26/3/2026).
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR