Angka-angka ini tidak terlalu agresif, tetapi jelas bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara tenaga yang cukup untuk touring dan kehalusan untuk perjalanan sehari-hari.
Konfigurasi DOHC, 4 katup/silinder juga menunjukkan bahwa QJMotor tidak hanya melakukannya demi kepentingan semata.
Dari segi performa, motor ini juga cukup mengesankan.
Suspensi depan menggunakan tipe upside-down, dan suspensi belakang menggunakan monoshock offset kiri, sebuah pengaturan yang cukup umum pada model touring.
Sistem pengeremannya menggunakan kaliper radial 4-piston Brembo di bagian depan, disertai dengan tiga cakram rem berbentuk gelombang.
Dimensi keseluruhan motor ini cukup standar untuk segmennya, dengan panjang lebih dari 2,1 meter dan jarak sumbu roda 1.580 mm.
Tinggi jok 750 mm kemungkinan akan nyaman bagi banyak pengendara di Asia.
Bobot 215 kg mungkin terasa agak berat saat mendorong motor, tetapi akan stabil saat dikendarai.
Motor ini dilengkapi dengan fitur-fitur seperti lampu LED penuh, layar TFT dengan konektivitas, kaca depan tinggi, dan spion yang terpasang pada fairing.
Berapa harganya dan apakah akan tersedia secara luas di Eropa?
Jika QJMOTOR tetap berpegang pada strategi harga yang terjangkau, FORT 600 bisa jadi merupakan nama yang harus diwaspadai para pesaingnya.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR