Dedi Mulyadi Turun Gunung, Jalur Pantura Steril dari Penyapu Uang Koin

Ahmad Ridho - Kamis, 19 Maret 2026 | 20:12 WIB
Kompas.com
Para penyapu koin tidak diperbolehkan meminta uang, sebagai gantinya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kompensasi Rp600.000.

"Saya minta mulai hari ini sampai tanggal 28, tidak ada lagi yang menyapu koin di sini. Nanti didata oleh kepala desa, sore ini saya berikan uangnya," ujar KDM di hadapan warga.

Ia juga menyoroti bahaya aktivitas tersebut, terutama karena melibatkan anak-anak.

"Bahaya, apalagi anak kecil dibawa ke jalan. Lebih baik di rumah saja," tambahnya.

Selain langkah dari pemerintah provinsi, aparat kepolisian bersama unsur gabungan juga melakukan penertiban di lokasi.

Mereka menindak aktivitas penyapu koin yang dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Kapolsek Pusakanagara, Kompol Jusdi Jachlan, menyampaikan pihaknya telah mengamankan berbagai alat yang digunakan oleh penyapu koin.

"Kami menertibkan karena aktivitas ini menghambat arus lalu lintas, khususnya di jalur menuju Cirebon. Penertiban dilakukan bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, dan instansi terkait lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Bukan Hijau, Ini Warna Indikator Baterai Motor Listrik Maka Cavalry Selesai Dicas

Penertiban ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan kelancaran arus mudik di Jalur Pantura, khususnya di kawasan Sewoharjo yang selama ini dikenal sebagai titik rawan gangguan lalu lintas.

Dengan berkurangnya aktivitas warga di badan jalan, potensi kecelakaan diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Jusdi menegaskan penertiban akan terus dilakukan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat yang tidak ingin lagi melihat aktivitas penyapu koin di jalur tersebut.

Penulis : Ahmad Ridho
Editor : Ahmad Ridho

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular