Waspada Rem Blong Saat Mudik Lebaran, Begini Cara Engine Brake Motor Matic di Turunan

Ahmad Ridho - Selasa, 17 Maret 2026 | 08:30 WIB
IG/@achmad_subechi
Mudik melewati jalan tanjakan dan menurun bisa menyebabkan rem motor menjadi blong.

MOTOR Plus-online.com - Saatnya mudik Lebaran ke kampung halaman, namun ada yang harus diperhatikan pemotor.

Saat melewati jalur menanjak dan menurun, waspada rem motor matic menjadi blong atau tidak berfungsi.

Kasus rem motor matic blong saat melewati jalan menurun sudah beberapa kali terjadi.

Walaupun kampas rem motor baru, namun rem blong bisa terjadi jika tidak mengetahui teknik pengereman yang benar.

Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Achmad Wildan mengatakan bila rem motor bekerja terlalu berat, maka akan terjadi panas berlebih yang memicu rem blong.

“Jenis rem blong ini kerap didapati pada motor skutik karena motor tersebut dibekali kopling otomatis untuk menyambung dan memutus putaran mesin dengan transmisi, sehingga engine brake mudah hilang,” ucap Wildan mengutip Kompas.com.

Motor matik punya mekanisme mesin yang sulit untuk melakukan engine brake.

Pasalnya, ketika tuas gas skutik dilepas, maka kondisi transmisi berpotensi kembali pada posisi netral.

Baca Juga: Performa Lebih Responsif, Vespa Resmi Luncurkan Primavera dan Sprint 180cc Terbaru

“Banyak pengendara motor matik ketika melewati turunan akan menurunkan tuas gas, sehingga mesin hanya berputar idle, padahal posisi ini sangat berbahaya karena laju motor matik akan semakin kencang, terdorong oleh gaya gravitasi,” ucap Wildan.

Berbeda dengan motor manual yang bisa melakukan engine brake dengan memasukkan transmisi ke gigi rendah.

Sementara motor matik untuk mempertahankan percepatan rendah justru harus menarik tuas gas sedikit.

“Jika gas dilepas, transmisi otomatis akan netral, sehingga pengendara hanya akan mengandalkan rem utama saja, tidak ada engine brake, ujung-ujungnya kampas panas dan blong,” ucapnya.

Sementara Head Of Safety Riding Wahana Makmur Sejati Agus Sani menyarankan, untuk tidak menutup gas secara penuh untuk melewati kontur jalan menurun.

"Jangan tutup gas semua, tahan gas sedikit supaya masih ada daya mesin atau kopling sentrifugal tetap tersambung, tujuannya supaya motor matik mendapat engine brake seperti pada motor sport atau bebek," kata Agus.

Meski tidak punya gigi transmisi karena perpindahan daya menggunakan CVT, skutik tetap punya engine brake asal tidak menutup seluruh gas.

"Motor matik masih mempunyai engine brake, bisa dilihat dari konstruksi pada driven pulley (kopling yang di area belakang), saat kecepatan berkurang bagian drive dan driven terjadi gaya inersia buka tutup, sehingga membuat putaran mesin menjadi tertahan," ucap Agus.

Pengereman motor matik juga bisa dilakukan secara bergantian dan secukupnya untuk menghindari rem bekerja terlalu berat.

Penulis : Ahmad Ridho
Editor : Ahmad Ridho

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular