"Memasuki tahun 2026, kami optimistis penjualan motor bekas dapat mencapai target yang sama bahkan berpotensi meningkat, seiring dengan kenaikan partisipasi peserta lelang serta kebutuhan kendaraan roda dua yang tetap tinggi di masyarakat," terang Monika Erika Iswari selaku Marketing & Digital Sales JBA Indonesia, kepada MOTOR Plus-online, baru-baru ini.
Sejak awal tahun, lebih dari 21.000 peserta lelang (buyer entry) mengikuti lelang di Balai Lelang JBA Indonesia pada bulan Januari lalu.
Tren ini semakin terlihat menjelang momentum Lebaran.
Selain itu, sold ratio kategori motor juga mengalami kenaikan menjadi lebih dari 47%, dibandingkan sekitar 46% pada Januari tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan minat beli motor bekas masih kuat.
Monika menambahkan, jumlah unit yang ditawarkan pada awal tahun relatif lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, sehingga dinamika pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh sisi pasokan, bukan karena melemahnya permintaan.
Dengan tren tersebut, JBA menilai pasar motor bekas 2026 masih memiliki potensi pertumbuhan yang positif.
Baca Juga: Persiapan Lebaran, Honda Vario 160 2023 Dilelang Murah Dokumen Lengkap
Sementara itu, untuk kategori motor, tipe yang paling banyak diminati saat ini masih didominasi skuter matik berkapasitas kecil hingga menengah.
Lima unit dengan penjualan tertinggi adalah Honda Beat 110 (2024), Honda Scoopy 110 (2024), Yamaha NMAX 155 (2024), Honda Vario 125 (2024), dan Yamaha Aerox 155 (2024).
Motor-motor ini menjadi pilihan karena praktis, efisien, dan sesuai untuk kebutuhan harian maupun operasional.
Monika melanjutkan, persyaratan mengikuti lelang di JBA pada dasarnya sama, baik untuk perorangan maupun pedagang.
"Peserta wajib mendaftar dan melakukan deposit sebesar Rp1 juta untuk satu NIPL (Nomor Induk Peserta Lelang), yang berlaku untuk memenangkan satu unit kendaraan. Pedagang biasanya melakukan deposit lebih dari satu NIPL agar dapat memenangkan lebih banyak unit," tambahnya lagi.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR