MOTOR Plus-online.com - Viral seruan Stop Bayar Pajak di Jawa Tengah yang semakin meluas.
Melihat fakta tersebut, Pemerintah provinsi (Pemprov) Jateng langsung turun tangan.
Protes warga Jawa Tengah karena kenaikan tarif pajak kendaraan akibat penerapan opsen yang dinilai memberatkan.
Kepala Bapenda Jateng, Muhammad Masrofi menyebut, kepatuhan warga Jawa Tengah untuk bayar pajak akan meningkat selepas ada program relaksasi opsen PKB sebesar 5 persen.
Karena hal inilah, dia tidak khawatir akan seruan "Stop Bayar Pajak" yang menggema di media sosial.
"Adanya diskon, kepatuhan akan meningkat. Masyarakat akan berpikir ulang. Awalnya memboikot, nanti mau kembali bayar pajak," kata Masrofi, melansir Kompas.com.
Menurut Masrofi, Pemprov sudah menyusun rencana memberikan diskon atau relaksasi pajak sebesar 5 persen dari total pajak opsen 16,6 persen.
Sebagai catatan, opsen PKB adalah pungutan tambahan atas nilai pokok PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Baca Juga: Penampakan Skutik Terbaru Suzuki 2026, Dibanderol Rp 23 Juta
Untuk Jawa Tengah, besaran opsen PKB 2025-2026 ditetapkan sebesar 16,6 persen dari nilai pokok PKB.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR