MOTOR Plus-online.com - Ajakan Stop Bayar Pajak ramai di Jawa Tengah akibat penerapan opsen.
Warga merasa kenaikan tarif pajak terlalu membebani, akibatnya muncul seruan seperti di atas.
Tapi, waspada jika tidak membayar pajak maka data kendaraan akan dihapus.
Gerakan “stop bayar pajak” di Jawa Tengah merupakan ajakan dari sebagian masyarakat di media sosial untuk menunda atau tidak membayar pajak kendaraan bermotor sebagai bentuk protes.
Gerakan ini muncul setelah banyak warga mengeluhkan kenaikan nominal pajak kendaraan pada 2026.
Mereka merasa beban pajak tiba-tiba melonjak, terutama setelah adanya tambahan opsen pajak daerah.
Sebagian masyarakat menilai kebijakan tersebut memberatkan, sehingga muncul seruan boikot pembayaran pajak sebagai bentuk tekanan agar pemerintah meninjau ulang aturan yang dianggap tidak berpihak pada warga.
Terlepas dari itu, membiarkan kendaraan menunggak pajak cukup berisiko karena akan membuat masyarakat berurusan dengan hukum.
Baca Juga: Seliter Pertalite Tembus 63 Km, Honda BeAT Tahun 2015 Dilelang Murah
Azas Tigor Nainggolan, Wakil Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia, sekaligus Pengamat Kebijakan Transportasi mengatakan masyarakat boleh saja menyerukan “stop bayar pajak” sebagai protes kepada pemerintah.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR