MOTOR Plus-online.com - Saat ini dipasaran ada dua jenis aki, aki kering (MF) dan aki basah.
Pihak pabrikan menguak fakta kalau aki kering ternyata lebih baik dibanding aki basah.
Karena itu motor-motor keluaran terbaru sudah banyak menggunakan aki kering.
Aki kering memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan aki basah atau aki konvensional.
Menurut Anton Mustamsikin, selaku Departemen Head QA di PT Yuasa Battery Indonesia, aki yang beredar di pasaran umumnya terbagi menjadi dua jenis, yakni aki konvensional (basah) dan aki maintenance free (kering atau MF). Sesuai dengan namanya, aki kering menawarkan kemudahan karena tidak mem
erlukan perawatan rutin seperti yang dibutuhkan oleh aki basah.
"Pada dasarnya, aki kering tetap diisi dengan cairan elektrolit seperti halnya aki basah," ungkap Anton, melansir GridOto.com.
"Namun, perbedaannya terletak pada sistem kerjanya pada aki MF, pengguna tidak perlu lagi mengecek atau menambah air aki." tambahnya.
Baca Juga: 4 Teknik Mengerem Motor Matic yang Aman Saat Hujan, Pakai Sistem 60:40
Sebaliknya, pemilik aki basah harus rutin memantau volume air aki.
Jika cairan elektrolitnya berkurang secara signifikan atau habis, hal ini bisa memperpendek usia aki.
Perawatan rutin seperti menambah air aki menjadi penting pada tipe aki basah.
Sementara itu, aki tipe MF atau kering tidak membutuhkan hal tersebut karena telah menggunakan sistem sirkulasi khusus.
"Ada teknologi yang disebut VRLA atau valve regulated lead acid," jelas Anton.
Sistem ini menjaga agar cairan di dalam aki tidak mudah menguap, sehingga pengguna tidak perlu repot menambah air secara manual.
Dengan adanya teknologi ini, aki kering cenderung lebih tahan lama dibandingkan aki basah.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR