MOTOR Plus-online.com - Motor listrik dirancang masing-masing produsen dengan kecepatan maksimum yang sudah ditentukan.
Hal tersebut kadang tidak membuat pemilik motor listrik puas.
Untuk mendongkrak performa motor listrik agar makin ngacir larinya, tidak jarang dilakukan remap.
Apakah memodifikasi motor listrik melalui remap aman?
Begini tanggapan produsen motor listrik.
Menurut produsen motor listrik ALVA, modifikasi seperti ini dapat mengganggu sistem motor listrik yang sudah disetting dari pabrik.
"Soalnya baterai mapping dengan kontroler itu sudah diklopkan (disesuaikan)," buka Cahya A. Harianto, VP of Engineering ALVA mengutip GridOto.
"Baik itu secara temperatur, mode sudah kita atur agak performa bisa maksimal," tambahnya.
Baca Juga: 5 Langkah Penting PT Niterra Mobility Indonesia Memberantas Peredaran Busi NGK Palsu
Ternyata modifikasi berupa remap ini kejadian juga di kalangan pemilik ALVA Cervo.
Ada yang remap ALVA Cervo agar top speednya bisa menyentuh sampai 160 km/jam.
"Kalau misalkan dipaksa sampai 160 km/jam apalagi baterainya dipakai terus-terusan, yang pasti baterainya tidak dibuat untuk itu," wanti Cahya.
Lantas apakah remap dapat membuat baterai meledak?
"Kalau ditanya masih aman atau tidak, ya masih aman karena kita (di ALVA Cervo) ada proteksinya, secara proteksi baterai itu bisa dipakai," saran Cahya.
"Tapi yang pasti lifetime-nya bisa berkurang," tambahnya.
Sebagai engineer, Cahya tidak menyarankan remap atau mengubah mapping pada motor listrik.
"Kalau saya secara engineering sangat tidak menyarankan karena bahaya untuk baterainya," ungkap Cahya.
"Secara speisifikasi cervo itu sudah bisa 120 km/jam," tutupnya.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR