MOTOR Plus-online.com - Pemilik motor listrik semakin bertambah, ketahui cara pengecasan baterai yang benar.
Ternyata ngecas baterai motor listrik untuk dipakai harian dengan kebutuhan touring (jarak jauh) berbeda.
Tidak asal colok baterai ke sumber listrik, perhatikan jangan sampai soak.
Kalau motor listrik hanya dipakai buat jarak dekat seperti pemakaian harian, enggak perlu dicharge sampai penuh.
"Kalau bisa (proses charge) dimaintenance (dijaga) pada kondisi baterai 20 persen sampai 80 persen saja," buka Cahya Augusta Harianto, Vice President Engineering ALVA mengutip GridOto.com.
Maksudnya, kalau hanya pemakaian jarak dekat untuk memulai pengisian daya baterai motor listrik jangan tunggu sampai habis.
Lalu akhiri pengisian daya atau charge baterai kalau kondisinya sudah masuk state of healt (SOH) 80 %.
"Soalnya baterai kalau dibiarkan dengan tegangan lebih tinggi itu bisa stress," kata Cahya.
Baca Juga: Serius Baterai Motor Listrik Bisa Soak Gara-gara Lewat Jalan Rusak?
Lakukan pengisian atau charge baterai sampai 100 persen kalau kalian ingin lakukan perjalanan yang cukup jauh (touring).
"Kalau mau perjalanan jauh enggak apa-apa dicharge sampai 100 persen," ungkap Cahya.
"Tapi kan (perjalanan jauh) enggak sesering itu," papar pria lulusan Purdue Unversity, Amerika Serikat.
Kalau kalian pakai motor listrik buat jarak dekat seperti ke kantor atau aktivitas harian sebaiknya jangan charge sampai 100 persen agar baterai lebih awet.
"Charge mulai dari 20 persen sampai 80 persen tetap kita sarankan," kata Cahya.
"Supaya umur baterainya lebih awet," tuturnya saat ditemui di ALVA Experiance Center, SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta.
Nah, jadi jangan terlalu sering mengisi daya sampai 100 % karena justru membuat sel baterai gampang stres dan terjadi overheat.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR