MOTOR Plus-online.com - Waspada sebelum membeli motor seken, kenali ciri motor bekas kebanjiran.
Tanda motor habis terendam banjir menurut ahli bisa langsung terlihat dari sini.
Selain itu biaya perbaikan motor bekas kebanjiran bisa menguras isi dompet.
Calon pembeli perlu teliti saat membeli motor bekas, terutama terhadap unit yang punya riwayat bekas banjir.
Motor yang sudah pernah terendam banjir, bisa dikatakan memiliki ciri yang melekat, tak bisa hilang seutuhnya.
Beberapa kerusakan tersembunyi atau bisa muncul di kemudian hari cukup tinggi, khususnya pada bagian komponen elektrikal.
Dicky Dwi Putra, penyedia jasa inspeksi motor bekas Inspector Motor di Bogor mengatakan ada konsekuensi ketika seseorang hendak membeli motor bekas dengan harga murah, tapi punya riwayat pernah kebanjiran.
“Motor yang pernah terendam banjir, punya risiko mengalami kerusakan pada komponen elektrikal, seperti electronic control unit (ECU), lampu, aki, dan speedometer,” ucap Dicky melansir Kompas.com.
Baca Juga: 6 Tanda Busi Motor Mulai Lemah, Begini Cara Mendeteksi dan Solusinya
Selain itu, motor bekas yang pernah terendam banjir bakal meninggalkan ciri permanen, berupa karat atau kerak pada rangka dan baut, yang tidak bisa dihilangkan secara permanen.
“Risiko lainnya, motor bekas pernah kebanjiran mungkin saja sudah harus segera turun mesin, sehingga bila tidak teliti bisa merugikan calon pembeli,” ucap Dicky.
Maka dari itu, calon pembeli harus mengenali tanda-tanda motor bekas yang punya riwayat kebanjiran. Seperti adanya karat pada rangka dan baut-bautnya.
“Selain itu, sekilas mika atau kaca lampu headlamp tampak menguning, diikuti dengan tanda-tanda lain berupa adanya kerak lumpur pada soket-soket kabelnya, beberapa sakelar juga bisa berkarat,” ucap Dicky.
Pada unit yang kondisinya parah, oli mesin bisa saja masih dalam kondisi tercampur dengan air, yakni ditandai dengan warnanya yang keputihan seperti bercampur susu.
“Dari segi saringan udara juga kotor parah, seperti ada kerak lumpur, ini juga menjadi tanda bahwa motor pernah kebanjiran,” ucap Dicky.
Berhubung membeli motor bekas yang punya riwayat terendam banjir berisiko seperti disebutkan di atas, maka calon pembeli perlu berhati-hati saat membeli motor bekas.
Minimal perlu mengajak tenaga ahli untuk memeriksa unit secara langsung.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR