MOTOR Plus-online.com - Penantian panjang para pengguna BBM Shell akan berakhir.
Hal ini setelah Shell Indonesia resmi mendapat suplai 100.000 barel BBM dari Pertamina.
Hampir tiga bulan, SPBU warna kuning tersebut berhenti jualan karena stok BBM langka.
Beberapa SPBU Shell hanya menjual BBM jenis diesel termasuk layanan ganti oli motor.
Dengan demikian dalam waktu dekat, stok BBM di SPBU Shell akan kembali normal.
PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan 100.000 barrel bahan bakar minyak ke jaringan SPBU Shell Indonesia.
Dengan suplai ini, stok BBM Shell yang kosong sejak Agustus kembali terisi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyebut penyaluran ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar Pertamina berkolaborasi dengan badan usaha swasta dalam pemenuhan BBM.
Baca Juga: Honda Scoopy Bekas Harga Murah, Dokumen Lengkap Cocok Buat Tahun Baru
"Penyaluran kepada Shell Indonesia menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga tidak hanya siap memenuhi kebutuhan BBM untuk jaringan SPBU Pertamina, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi operator SPBU swasta," ujarnya dalam keterangan tertulis, melansir Kompas.com.
Ia menjelaskan pasokan ke Shell Indonesia dilakukan melalui kerja sama business to business dengan mekanisme yang mengikuti ketentuan yang berlaku.
Prosesnya mencakup penetapan volume permintaan, tender pemasok yang mengacu pada prinsip GCG, konfirmasi kebutuhan dengan pelanggan, joint surveyor, mekanisme open book saat negosiasi komersial, hingga proses bongkar di SPBU swasta.
"Komoditi BBM yang dipasok kepada BU Swasta yang dalam hal ini Shell Indonesia telah memenuhi seluruh requirements yang dimintakan dari BU Swasta sebagai bentuk komitmen tindak lanjut atas arahan pemerintah," ucapnya.
Beberapa bulan terakhir sejumlah SPBU swasta mengalami kekosongan stok. Kondisi itu membuat operator swasta mulai membeli BBM dari Pertamina Patra Niaga.
Sebelum menyalurkan ke Shell Indonesia, Pertamina Patra Niaga juga memasok BBM ke jaringan SPBU BP-AKR dan Vivo.
Dengan tambahan terbaru, total suplai ke seluruh badan usaha swasta mencapai 430.000 barrel.
Roberth menyebut kolaborasi semacam ini menunjukkan suplai Pertamina Patra Niaga tetap mampu menjawab kebutuhan BBM nasional.
"Ini menunjukkan kapasitas suplai kami yang kuat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan energi nasional," tuturnya.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR