MOTOR Plus-online.com - Operasi Zebra 2025 akan berakhir besok, Minggu (30/11).
Razia resmi kepolisian ini digelar sejak tanggal 17 November 2025 serentak di seluruh Indonesia.
Pemotor usia segini dominasi pelanggaran lalu lintas di Operasi Zebra Candi 2025.
Kesibukan lalu lintas di Cilacap kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pelanggaran terjaring selama Operasi Zebra Candi 2025.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Cilacap, IPTU Adim Haryoko mengatakan, penindakan melalui Electronic Traffic Lights Enforcement (ETLE) masih menjadi temuan terbesar.
"Selama sembilan hari operasi, ada 681 tilang ETLE dan 520 teguran," ujarnya, melansir Tribun Banyumas.
Ia mengungkapkan sebagian besar pelanggaran berasal dari pengendara yang tidak memakai helm saat melintas.
"Pelanggaran ini banyak dilakukan usia 15 sampai 30 tahun dan sering terjadi pada jam pulang sekolah hingga sore," kata Adim.
Baca Juga: Naik Motor Mabuk Minuman Keras Dendanya Mahal, Jadi Target Operasi Zebra 2025
Polisi juga mencatat pelanggaran lain seperti putar arah sembarangan, menerobos lampu lalu lintas, dan penggunaan knalpot brong.
"Tiga jenis pelanggaran ini cukup dominan dan terus kami tindak," ujarnya.
Adim menambahkan, empat kecelakaan lalu lintas terjadi selama periode operasi tahun ini.
"Tidak ada korban meninggal maupun luka berat, tetapi sembilan orang mengalami luka ringan," katanya.
Kerugian materi akibat kecelakaan mencapai Rp 2 juta.
"Jumlahnya kecil, tetapi setiap kecelakaan tetap kami evaluasi," ujar Adim.
Ia menegaskan, operasi ini mengutamakan keselamatan masyarakat di jalan raya.
"Kami ingin pengguna jalan memahami bahwa keselamatan adalah kebutuhan bersama," katanya.
Penguatan pengawasan berbasis ETLE akan terus dilakukan untuk menekan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas.
"ETLE menjadi alat bantu yang objektif dan efektif dalam penindakan," ujarnya.
Adim juga menyoroti tingginya jumlah pelanggar usia remaja yang kini menjadi perhatian utama.
"Kesadaran berlalu lintas sejak muda sangat penting karena kelompok usia ini mendominasi pelanggaran," katanya.
Polresta Cilacap berharap, kepatuhan berkendara terus meningkat selama operasi berlangsung.
"Aturan dibuat bukan untuk membatasi, tetapi untuk menjaga nyawa, dan kami bekerja memastikan lalu lintas tetap aman," ujarnya.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR