Harga Bobibos RON 98 Per Liter Lebih Murah dari Pertalite, Kapan Dijual Bebas?

Ahmad Ridho - Selasa, 25 November 2025 | 09:00 WIB
Kompas.com/ Ilhamkarim
Harga BBM baru Bobibos RON 98 diperkirakan lebih murah dari Pertalite, banyak ditunggu masyarakat kapan dijual bebas.

MOTOR Plus-online.com - Muhammad Ikhlas Thamrin bikin geger dengan penemuan BBM baru, Bobibos.

Bobibos yang dibuat dari jerami sisa panen petani ini memiliki RON 98 atau setara Pertamax Turbo.

Selain itu, Bobibos juga diklaim jauh lebih ramah lingkungan.

Harga Bobibos ternyata lebih murah dari Pertalite, kapan dijual bebas?

Bobibos atau Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos ini dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula dan berbasis di Bogor.

Bobibos diklaim sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan setelah melalui riset panjang satu dekade.

Founder Bobibos, Ikhlas Thamrin mengatakan jika BBM ini murah dan aman.

"Setelah lebih dari 10 tahun riset mandiri, akhirnya kami menghadirkan bahan bakar yang murah, aman, dan beremisi rendah,” ujarnya saat acara peluncuran di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor, dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Pasokan BBM Mulai Lancar, SPBU Vivo Kembali Menjual Revvo 92

Bahan bakar ini diklaim memiliki tingkat Research Octane Number (RON) mendekati 98.

Bahkan Bobibos diklaim mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan bahan bakar solar konvensional yang ada di pasaran.

Bobibos terdiri dari dua jenis yaitu bensin dan solar.

Sementara itu, anggota DPR RI asal Bogor sekaligus pembina BOBIBOS, Mulyadi menyebut jika BBM ini akan dibanderol dengan harga murah.

“Berdasarkan sertifikasi Lemigas, Bobibos memiliki RON 98,1. Meski RON tinggi, harganya tetap murah,” ujar anggota DPR asal Bogor sekaligus pembina Bobibos, Mulyadi, dikutip dari Wartakota.

Namun belum diketahui berapa harga jual dari BOBIBOS. Beredar kabar harga Bobibos Rp 4.000 per liter

Untuk distribusi BBM Bobibos saat ini tengah berkoordinasi dengan Dirjen Enegeri Terbarukan Kementrian Energi dan Sumber Daya Manusia tentang izin produksi dan edar.

“Kalau tidak salah, untuk bahan bakar energi alternatif hanya ada izin produksi,” tutup Mulyadi

Baca Juga: Pengamat UGM Bilang Tanpa Dukungan Pertamina, Bobibos Bisa Jadi Cuma Mimpi

Bobibos walau sudah dikenalkan ke publik namun belum bisa dijual secara massal.

Founder Bahan Bakar Original Buatan Indonesia (Bobibos) M. Ikhlas Thamrin menilai langkah Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang meneruskan pembahasan uji coba dan proses perizinan kepada Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) sebagai tahap penting dalam memastikan standar teknis serta legalitas produk dapat terpenuhi.

Ikhlas menyatakan pihaknya siap mengikuti seluruh arahan dan prosedur yang ditetapkan regulator

“Tentu kita akan mengikuti arahan dari EBTKE dan kita tentunya harus mengikuti tahapan-tahapan yang memang sudah ditentukan dan disepakati oleh EBTKE,” ujarnya, mengutip Tribun Bisnis.

Bobibos adalah produk yang dikembangkan dari bahan alami seperti jerami dan biomassa tanaman.

Bobibos dirancang sebagai bahan bakar alternatif pengganti bensin dan solar, dengan klaim memiliki angka oktan tinggi (RON mendekati 98) serta emisi yang sangat rendah

Saat ini Bobibos masih dalam tahap uji coba dan proses perizinan di bawah Kementerian ESDM.

Produk ini belum dipasarkan secara massal karena harus melewati serangkaian pengujian teknis, mulai dari laboratorium hingga uji jalan.

Baca Juga: Ciri-ciri Pelat Nomor Motor yang Jadi Incaran Polisi di Operasi Zebra 2025

Ikhlas menjelaskan bahwa Bobibos memiliki dua jenis produk yang tengah dipersiapkan. Untuk produk berbahan bakar pengganti bensin, pihaknya cenderung menggunakan istilah biogasoline.

Sementara untuk produk kedua yang bertujuan jadi bahan bakar pengganti solar, pihaknya masih berdiskusi dengan tim EBTKE mengenai istilah yang paling tepat.

Bobibos ini karena memiliki dua produk, maka produk yang pertama disebut sebagai biogasoline ya. Jadi Bobibos disebut sebagai biogasoline,” katanya.

Ia menambahkan, penentuan istilah dan klasifikasi sangat berkaitan dengan proses penyusunan standar teknis yang menjadi dasar pengujian.

Sebab, saat ini belum ada template parameter untuk biogasoline.

Penulis : Ahmad Ridho
Editor : Ahmad Ridho

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular