Ini Bahan Baku Pembuatan Bensin Baru Bobibos, Kurangi Emisi Mendekati Nol

Ahmad Ridho - Sabtu, 8 November 2025 | 09:00 WIB
Bobibos
Bikin geger muncul bensin baru Bobibos yang diklaim rendah emisi dan RON mendekati 98.

MOTOR Plus-online.com - Ini bahan baku pembuatan bensin baru Bobibos, kurangi emisi mendekati nol.

BBM jenis baru Bobibos menyita perhatian karena dibuat dari limbah pertanian nabati atau biofuel.

Performa yang ditawarkan Bobibos diklaim bisa menempuh perjalanan yang lebih jauh. Khususnya, ketika Bobibos dibandingkan dengan bahan bakar minyak solar secara umum.

Bobibos membuat bahan bakar minyak (BBM) ketar ketir lantaran bahan bakar ini jauh lebih murah dan dari sumber daya alam yang tidak terbatas.

Pun Bobibos bukan dihasilkan dari pertambangan seperti energi listrik yang belakangan disebut merusak alam karena penambangan nikel yang menjadi bahan baku baterai.

Sesuai keterangan M. Ikhlas Thamrin dalam acara peluncuran, Bobibos akan mencakup dua produk utama untuk mesin solar dan bensin.

Di antaranya ada yang berwarna merah dan putih.

BBM Bobibos berwarna merah khusus untuk mesin diesel, sementara cairan warna putih untuk mesin bensin.

Baca Juga: Honda CT125 CHUMS Cuma Ada 300 Unit di Dunia, Dibanderol Rp 50 Juta

Bobibos diproduksi oleh perusahaan dalam negeri yakni PT Inti Sinergi Formula.

Adapun Bobibos merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!

Produk bahan bakar itu pertama kali diluncurkan di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (2/11/2025).

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting.

Sebut saja, Mulyadi selaku tokoh masyarakat sekaligus anggota DPR RI, serta H. Amir Mahpud, pemilik PT Primajasa Perdanaraya Utama.

Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, mengatakan inovasi energi baru ini lahir dari tangan anak muda Indonesia.

"Melalui riset panjang selama satu dekade, hari ini kami resmi meluncurkan Bobibos," kata Ikhlas Thamrin di Jonggol, melansir Warta Kota.

Dia menjelaskan peluncuran Bobibos ini menjadi simbol kolaborasi antara inovator muda, pelaku usaha nasional, dan masyarakat daerah dalam mendorong kemandirian energi Indonesia.

Baca Juga: Cocok Dipakai Touring Akhir Tahun, Uang Rp 3 Juta Bisa Bawa Pulang Honda Win 2005

"Bahan bakar alternatif ramah lingkungan ini mampu mengurangi emisi hingga mendekati nol," ucapnya.

Ikhlas Thamrin menuturkan bahwa inovasi ini merupakan hasil perjalanan panjang yang berawal dari keresahan akan ketergantungan Indonesia terhadap energi impor.

“Kami ingin membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui ilmu pengetahuan," tuturnya.

Setelah lebih dari 10 tahun riset mandiri, Ikhlas Thamrin dan tim berhasil menghadirkan bahan bakar yang murah, aman, dan beremisi rendah.

Ikhlas menjelaskan bahwa bahan bakar Bobibos merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!

"Bahan Bakar ini berasal dari tanaman yang mudah tumbuh di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di lahan persawahan," imbuhnya.

Dengan konsep tersebutBobibos tidak hanya berfokus pada ketahanan energi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional.

"BOBIBOS bukan hanya energi, tapi juga harapan. Kita ingin sawah tidak hanya menumbuhkan pangan, tetapi juga energi," tutur Ikhlas Thamrin.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, bahan bakar Bobibos memiliki RON (Research Octane Number) mendekati 98, dengan performa yang mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan bahan bakar solar konvensional.

Sementara itu, Mulyadi, yang juga dikenal sebagai putra daerah Jonggol dan penggagas inisiatif ini, menyampaikan bahwa peluncuran Bobibos merupakan langkah nyata menuju kedaulatan energi bangsa.

Dulu kita berjuang menolak kenaikan hara BBM, kini saatnya kita melahirkan solusi. Indonesia harus berani bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen energi terbarukan,” ujar Mulyadi.

Mulyadi juga mengungkapkan bahwa Bobibos telah melalui tahap uji sertifikasi dari lembaga resmi di bawah Kementerian ESDM.

Sehingga Bobibos siap dikembangkan lebih luas melalui kerja sama lintas sektor.

Penulis : Ahmad Ridho
Editor : Ahmad Ridho

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular