MOTOR Plus-online.com - Tragis nasib maling motor di Surabaya usai dibakar massa, viral di sosial media.
Apes dialami pelaku maling motor yang aksinya kepergok warga.
Setelah diikat, maling motor tersebut malah dibakar massa dan viral di sosial media (sosmed).
Akhir nasib pelaku pencurian motor (curanmor) yang sempat dibakar warga yang mengamuk.
Maling motor yang beraksi di Kampung Jojoran II, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur itu kini dinyatakan tewas.
Sosok maling motor yang dibakar itu, sempat dirawat selama empat hari di rumah sakit.
Ia menjalani perawatan akibat luka bakar yang dialaminya.
Laki-laki bernama Riski Kristianto (26) itu sempat menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Bhayangkara.
Baca Juga: Beli Motor Matic Honda Sekarang, Banyak Promo dan Diskon Rp 2,4 Juta
Ia dimassa setelah ketahuan akan mencuri motor.
Empat hari dirawat, nyawanya tak tertolong. Lalu dinyatakan meninggal pada Minggu (2/11).
Polisi kini menelusuri siapa saja warga yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri itu.
Main hakim sendiri adalah tindakan sekelompok orang menghukum pelaku kejahatan tanpa melalui proses hukum yang sah.
Rekaman video amatir yang beredar di media sosial dijadikan petunjuk detik-detik pemuda asal Gunungsari, Wonokromo itu terbakar.
Pihak Polsek Gubeng mengaku belum bisa memberikan banyak keterangan.
Semua masih dalam penyelidikan.
Aksi main hakim sendiri itu bermula dari kemarahan warga.
Baca Juga: Piaggio Resmi Hadirkan Produk Terbaru Vespa, Aprilia dan Moto Guzzi di EICMA 2025
Pemilik motor Dian Mieke menjelaskan saat itu pelaku yang berjumlah dua orang mendatangi rumahnya.
Pelaku mencuri motor Honda Beat yang terparkir di halaman rumah.
Aksi pelaku dipergoki korban dan diteriaki maling.
Menurut warga kawasan Jojoran memang sering diresahkan oleh pencurian motor.
Saat Riski tertangkap, amarah warga langsung memuncak.
Ia diikat di tiang listrik agar tidak kabur.
Entah siapa yang memulai, ada yang kemudian menyiramkan bensin ke tubuhnya.
Di tengah kerumunan yang gaduh, seseorang mencoba melepas tali dengan korek gas.
Baca Juga: Curhat Warga Jakarta Utara Terpaksa Kredit Motor Baru Gara-gara Banjir Rob
Namun percikan api justru menyambar tubuh Riski.
Seketika, api membesar dan membakar sekujur tubuhnya.
Korban mengalami luka bakar hingga 70 persen.
Ia sempat kesulitan mendapat perawatan karena beberapa rumah sakit menolak.
Alasannya, pengobatan pelaku kriminal tidak ditanggung asuransi kesehatan.
Akhirnya, Polsek Gubeng membawanya ke RS Bhayangkara agar mendapat penanganan medis.
Namun, setelah empat hari dirawat, nyawanya tak tertolong.
Kepala Cabang Pemakaman Keputih, Ari, membenarkan adanya pemakaman pelaku curanmor tersebut.
Saat ditemui di kantor TPU Keputih, ia mengatakan jenazah memang dimakamkan di lahan baru kompleks pemakaman.
“Benar, ada jenazah yang dimakamkan di lahan baru TPU. Jenazah itu merupakan pasien kiriman dari RS Bhayangkara, dan proses pemakamannya diurus oleh pihak Kelurahan Mojo bersama Polsek Gubeng,” tandas Ari.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR