MOTOR Plus-online.com - Isi Pertalite banyak motor brebet, Bahlil Lahadalia: Pertamina akan tanggung biaya perbaikan.
Warga pemilik motor di Jawa Timur dan Bangkalan resah setelah motornya brebet.
Setelah isi Pertalite, motor mendadak brebet sampai mogok.
Karena jumlahnya cukup banyak, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia langsung buka suara.
Bahlil Lahadalia memastikan Pertamina akan menanggung biaya perbaikan jika motor masyarakat terbukti bermasalah karena faktor kualitas dari BBM jenis Pertalite.
Hal tersebut disampaikan Bahlil menanggapi adanya keluhan masyarakat yang mengaku motornya "brebet" usai diisi BBM jenis Pertalite di Jawa Timur.
Bahlil pun menyebut penyelidikan soal laporan kendala mesin motor usai diisi BBM masih terus dilakukan.
"Kalau memang itu benar rusak, saya minta nanti Pertamina untuk menanggung semuanya," kata Bahlil kepada wartawan di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Rabu (29/10).
Baca Juga: SPBU BP-AKR Mulai Jual Bensin RON 92, Ini Daftar Lokasi di Jakarta dan Kota Lain
"Tapi sekarang saya belum bisa menyimpulkan tentang kebenarannya, kami masih menunggu tunggu kajian." tambahnya.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan segan menjatuhkan sanksi jika terbukti ada pihak yang melakukan penyimpangan.
Politikus Partai Golkar itu pun sempat meninjau kualitas BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Malang.
Dari peninjaun bersama Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo, Bahlil menyebut kualitas BBM sesuai standar.
Bahlil sendiri mengaku telah meminta PT Pertamina Patra Niaga membuka posko pengaduan soal kualitas BBM Pertalite yang dikeluhkan masyarakat.
Posko tersebut didirikan untuk mempermudah komunikasi dengan masyarakat yang memiliki keluhan.
"Saya akan meminta kepada Pertamina untuk membuat pos pengaduan dan saya akan cek kadar masalahnya," kata Bahlil dikutip Antara.
Melansir Kompas TV, Kementerian ESDM telah menerjunkan tim untuk melakukan pengujian di sejumlah SPBU di Gresik dan Surabaya merespons keluhan masyarakat.
Baca Juga: Muncul Tiruan Yamaha Aerox, Skutik Baru Aveta Nova 160 SE Harganya Beda Segini
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyatakan, berdasarkan pengujian, tidak ada indikasi adanya pencampuran air dalam BBM.
Laode menyebut, dari sampel yang diambil dari truk pengangkut, tangki pendam, maupun dispenser SPBU, menunjukkan hasil yang aman dan bersih.
“BBM di lapangan sejauh ini masih memenuhi standar. Kami terus memantau distribusi dan menjaga kualitasnya,” kata Laode.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR