Waspada Jangan Siram Piringan Cakram Kondisi Panas Pakai Air, Begini Efeknya

Ahmad Ridho - Selasa, 23 September 2025 | 09:42 WIB
MOTOR Plus-online
Ahli otomotif dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Zainal Arifin mengungkapkan menyiram piringan cakram motor yang panas dengan air sangat membahayakan.

MOTOR Plus-online.com  - Ternyata memperlakukan motor tidak bisa sembarangan, apalagi saat kondisi motor masih panas baru dipakai.

Salah satunya adalah bagian piringan cakram atau disc brake.

Dalam kondisi panas, sebaiknya tidak menyiram piringan cakram dengan air karena berbahaya.

Maksudnya agar piringan cakram lebih cepat dingin, malah bisa merusak.

Ahli otomotif dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Zainal Arifin mengungkapkan menyiram piringan cakram motor yang panas dengan air sangat membahayakan.

Karena itu, pihaknya sangat tidak menyarankan untuk mendinginkan secara langsung ketika kampas rem dan piringan cakram dalam keadaan panas.

"Rem motor tidak boleh disiram karena akan akan mengubah sifat spesifik material yang digunakan membuat rem," tegasnya dikutip dari GridOto.com.

Apabila hal itu dilakukan, berpotensi menimbulkan retakan pada bagian piringan cakram.

Baca Juga: Bangkit dari Kubur Lambretta X125 Resmi Meluncur, Harganya Bikin Saldo ATM Ludes

Kerusakan ini sangat berbahaya karena mengurangi kemampuan rem sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan.

Meski rem kondisi panas tidak boleh disiram air, Zainal mengatakan, ada risiko negatif saat piringan cakram atau teromol kendaraan terlalu panas.

"Sesuai dengan bahan yang digunakan pada (pembuatan) kampas rem, maka akan terjadi perubahan pada resinnya sehingga (rem) akan meleleh dan mengeras sehingga menjadi licin," jelas dia.

Kondisi ini muncul akibat gesekan antara tromol rem dan kampas rem akan menyebabkan panas berlebihan.

Temperatur panas membuat permukaan kampas rem mengeras sehingga gesekan rem menjadi terlalu rendah.

Akibatnya, permukaan rem menjadi licin.

Jika hal tersebut dibiarkan, daya gesek rem akan berkurang sehingga berisiko menyebabkan kegagalan pengereman dan lama-kelamaan membuat rem tidak berfungsi dengan baik.

"Sehingga permukaannya (rem) harus digosok atau digergaji atau bahkan diganti," tambahnya.

Baca Juga: Motor dan Mobil Pribadi Pakai Strobo dan Rotator Bisa Kena Tilang Elektronik?

Zainal menjelaskan, pengendara umumnya sering menarik rem utama untuk mengurangi kecepatan kendaraan di jalan turun.

Tindakan ini berisiko membuat rem tambah panas.

Untuk mengatasi rem motor yang terlalu panas, Zainal menyarankan agar pengendara harus menunggu kendaraannya dingin sebelum melanjutkan perjalanan.

"Kalau rem panas, tentunya ditunggu hingga dingin, atau dengan mengubah pola pengendaraan khususnya pola pengereman," lanjutnya.

Bisa memperlambat laju kendaraan dengan menggunakan engine brake.

"Kita dapat menggunakan rem mesin dengan cara mengurangi tingkat kecepatan atau mengurangi injakan pedal gas, sehingga putaran motor menurun," tutupnya.

Penulis : Ahmad Ridho
Editor : Ahmad Ridho

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular