Ternyata Berbahaya Geber-geber Motor Matic Saat Menggunakan Standar Tengah

Ahmad Ridho - Selasa, 9 September 2025 | 09:00 WIB
Yamaha
Jangan geber-geber motor saat kondisi masih di standar tengah.

MOTOR Plus-online.com - Jangan melakukan hal-hal kecil yang ternyata  bisa menimbulkan celaka.

Ternyata berbahaya geber-geber motor matic saat menggunakan standar tengah.

Sudah jadi kebiasaan pemilik motor menggeber motor, padahal efeknya negatif.

Motor matic ternyata enggak boleh asal digeber.

Terutama ketika posisi motor matic terparkir menggunakan standar tengah atau standar dua.

Pasalnya, pemotor kadang terlalu asik geber motor matic hingga rpm tinggi dengan posisi motor distandar tengah.

Kenapa tidak diperbolehkan menggeber motor matic dengan posisi motor diparkir dengan standar tengah?

"Sebenarnya bukan tidak boleh geber-geber saat posisi standar tengah," buka Yoga Ningrat, Pemilik bengkel Yoga Motoshop (YMS) dikutip dari GridOto.

Baca Juga: 2 Komponen Motor Wajib Dicek Saat Musim Hujan, Mogok di Jalan Bikin Repot

"Sebenarnya boleh saja, tapi harus pakai perasaan. Artinya jangan digeber sampai rpm tinggi atau limit," tambah Yoga.

Sebab, menggeber motor matic hingga rpm tinggi dengan kondisi motor diam pakai standar dua, bisa berdampak terhadap komponen CVT.

"Soalnya saat kondisi tersebut beban motor sangat ringan sehingga bisa merusak per CVT," kata Yoga.

Menurutnya kalau per CVT bisa terhimpit jika geber motor matic hingga rpm tinggi dengan kondisi standar tengah.

"Per CVT bisa mengunci dan tidak sanggup menahan, lantas rusak," kata Yoga.

"Yang tadinya per keriting jadi enggak keriting lagi, kalau di bengkel bilangnya ngebonding (jadi lurus)," ungkap Yoga.

Jika seperti itu, kampas ganda bisa terlempar dan bikin blok CVT motor matic pecah.

Bukan cuma bikin mesin motor rusak, tetapi kondisi ini juga bisa berbahaya terhadap keselamatan kalian.

Baca Juga: Komponen Ini Mulai Lemah Penyebab Suara Mesin Yamaha NMAX Kasar

Hal ini bukan cuma berlaku di motor yang sudah melakukan upgrade, tetapi motor dalam kondisi standar juga harus menghindari.

"Motor dalam keadaan standar ting-ting pun tidak boleh digeber sampai rpm tinggi," wanti Yoga. "

Karena kita enggak tahu kondisi CVT-nya seperti apa dalam keadaan kotor atau tidak, perlu diservis atau tidak," tutup pria yang bengkelnya berada di Jalan Bulak Ringin No.88, Ciracas, Jakarta Timur.

Penulis : Ahmad Ridho
Editor : Ahmad Ridho

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular