MOTOR Plus-online.com - Saat ini curah hujan masih cukup tinggi, pemotor harus waspada saat berkendara.
Kenali istilah aquaplanning, motor melaju tak terkendali dan bisa bikin celaka.
Kurangi kecepatan pada saat hujan, selain agar tidak terjadi aquaplanning juga jarak pandang terbatas.
Jangan sampai motor hilang melintir dan menyebabkan kecelakaan.
Aquaplanning bukan hanya terjadi pada mobil saja, motor pun bisa mengalami hal yang sama.
Bahkan akibatnya bisa lebih bahaya ketimbang pada mobil, karena bila terjadi pada motor, pengendara bisa saja terlempar ke jalan.
Dengan kondisi jalan yang tergenang air yang cukup dalam, aquaplanning bisa saja terjadi bila tidak mengontrol kecepatan dan tidak waspada.
Bahkan, ada aturan terkait larangan berkendara cepat saat melewati genangan air telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya pada Pasal 116 Ayat 2 butir C.
Baca Juga: Musim Hujan Banyak Jalan Berlubang, Segini Biaya Servis Pelek Motor Peang
Pasal ini mengharuskan pengemudi memperlambat kendaraannya saat melewati genangan air.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan yang dapat terjadi akibat ban tergelincir atau kendaraan kehilangan keseimbangan atau aquaplanning.
Aquaplanning terjadi ketika ban kendaraan kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena tekanan air yang sangat tinggi akibat kecepatan kendaraan yang tidak dikurangi.
Dalam situasi tersebut, ban kendaraan seolah mengambang di atas air, sehingga traksi ke jalan hilang dan dapat menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan serta berisiko mengakibatkan kecelakaan.
“Oleh karena itu, saat menemui genangan air di jalan, penting untuk segera mengurangi kecepatan agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” ujar Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku Main Dealer Honda di Jawa Barat, dikutip dari GridOto.com.
| Penulis | : | Ahmad Ridho |
| Editor | : | Ahmad Ridho |
KOMENTAR