Find Us On Social Media :

Polisi Bagikan Cara Ampuh Hadapi Begal Berkedok Debt Collector

By Ahmad Ridho, 2026-01-16 11:00:00
Modus yang digunakan pelaku umumnya dengan cara mencegat korban di jalan, lalu mengaku sebagai petugas penagihan dari perusahaan pembiayaan. (Instagram.com/jktinfo24jam)

MOTOR Plus-online.com - Kejahatan jalanan semakin marak, terbaru kasus perampasan motor.

Kawanan begal berkedok debt collector berusaha merampas motor korban.

Baru-baru ini terjadi di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten.

Kondisi ekonomi yang masih menekan, ditambah mendekati bulan Ramadan, kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencari celah.

Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya para pengendara motor yang kerap menjadi sasaran empuk di jalan.

Modus yang digunakan pelaku umumnya dengan cara mencegat korban di jalan, lalu mengaku sebagai petugas penagihan dari perusahaan pembiayaan.

Korban ditekan secara psikologis, dituduh menunggak cicilan, hingga diminta menyerahkan kendaraan.

Tak jarang, pelaku beraksi secara berkelompok agar korban panik dan tidak sempat berpikir jernih.

Baca Juga: Skutik Baru SYM JET150SL 2026 Dibanderol Rp 31 Juta, Apa Istimewanya?

Menanggapi hal tersebut, Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Prapto Lasono, membagikan sejumlah langkah penting yang harus dilakukan pengendara apabila menghadapi situasi seperti ini.

Menurutnya, kunci utama adalah tetap tenang dan tidak langsung menuruti permintaan orang yang mengaku sebagai debt collector.

Jika dicegat oleh debt collector, pengendara diminta segera menghubungi layanan darurat kepolisian di nomor 110.

“Upayakan untuk mendokumentasikan pelaku dengan cara memfoto atau merekam video sebagai bukti awal,” ujar Prapto, melansir Kompas.com.

Dalam kondisi apa pun, pengendara diimbau untuk tidak menyerahkan sepeda motornya kepada orang yang tidak jelas identitas dan surat tugasnya.

Langkah berikutnya yang tak kalah penting adalah mengarahkan kendaraan ke kantor polisi atau pos polisi terdekat.

Kehadiran aparat akan membuat pelaku mengurungkan niatnya.

Apabila situasi semakin tertekan, pengendara juga disarankan untuk berteriak meminta tolong guna menarik perhatian pengguna jalan lain atau warga sekitar.

Polisi menegaskan, penarikan kendaraan oleh debt collector resmi memiliki prosedur yang jelas dan tidak dilakukan di jalan secara paksa.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya, apalagi jika pelaku tidak bisa menunjukkan identitas dan surat tugas resmi.